Rabu, 14 Maret 2012

Mereka Mulai Menyadari

Tiada hari tanpa belanja alutsista, mungkin itulah ungkapan gaya bahasa yang pantas didengungkan ke ruang publik karena memang selama setahun terakhir ini saja daftar belanja alutsista kita jelas terpampang di papan pengumuman semua media Indonesia baik baca, kaca dan maya.  Jelasnya  kita sedang menunggu kedatangan jet-jet tempur Sukhoi, F16, T-50 Golden Eagle dan pesawat jenis lain misal Super Tucano, Hercules, C295, UAV.  Kemudian Fregat, Kapal selam, Kapal cepat rudal, Kapal cepat trimaran, LST, Main Battle Tank, Panser, Rudal SAM, MLRS, Howitzer dan lain-lain.  Ada juga berbagai jenis helikopter misalnya Mi35, Mi17, Bell 412 Ep, Cougar, heli anti kapal selam.

Bangga, wow tentu saja.  Coba saja tanya pada seluruh rakyat bangsa ini melalui survey dan sampling atau metode lain, mayoritas kita akan mengatakan  setuju dan pantas.  Memang pantas dong, wong ini untuk eksistensi bangsa, untuk menjaga pagar halaman agar tidak diusik oleh “celeng” sebelah rumah sampai-sampai patok batas pun dikira umbi atau talas.  Pantas juga KSAD kita bilang lugas di rapat DPR beberapa waktu lalu :Lu cabut patok gua sikat !  kan jelas arahnya.  Atau statemen Menhan beberapa bulan lalu tentang tapal batas Tanjung Datu Kalbar: Kalau berani digeser kita serang.  Dua statemen keras ini tentu sudah membuat si “celeng” sebelah rumah berhitung ulang.

Barisan Tank Scorpion dalam Latgab TNI di Sangatta
Kita pun sudah bisa membayangkan dalam sebuah seremoni lima oktober tahun 2012 dan seterusnya akan ada bintang-bintang alutsista baru yang dipamerkan.  Seremoni birthday TNI tahun ini saja bintang yang bakalan muncul setidaknya Super Tucano, UAV, Sukhoi tambahan, adiknya Clurit, wajah baru Trimaran, BMP3 F tambahan, MBT, rudal SAM jarak menengah dan lain lain.  Lalu di seremoni 2013 muncul lagi bintang baru Golden Eagle, MLRS, LST, Fregat, Falcon upgrade, Sukhoi lagi, saudaranya Clurit yang lain.

Nah, bintang-bintang baru itu kalau mau diuji bersama paling layak dilakukan antara  awal sampai dengan pertengahan tahun 2014 melalui show of force latihan gabungan TNI berskala besar.  Dijamin pasti lebih spektakuler dengan gelar alutsista baru dalam jumlah besar karena pada saat itu kita sudah punya kuantitas dan kualitas alutsista yang bisa diandalkan.  Penambahan alutsista itu antara lain ada 80 tank amfibi BMP3F yang sangar itu, ada 100 MBT Leopard, ada tigapuluhan KCR termasuk 6 dari Clurit Class, ada 3 Fregat anyar bergabung dengan 6 Fregat eksisting, ada 3 Trimaran pakai rudal.  Kalau mau di list banyak banget yang sudah berdatangan, maklum lagi panen raya.  Kalau ini digabung dengan alutsista eksisting sudah pasti bernilai gahar. Nah uji kualitas tempurnya ada di latihan gabungan itu sehingga integrasi sistem pertempuran dengan beragam jenis alutsista tadi akan menggambarkan dahsyatnya suasana kebatinan dan nilai tempur yang dimiliki.  Efek getarnya banyak celeng berubah menjadi kambing atau remeh menjadi ramah.  Dan ini bagian dari kampanye militer untuk jangan menjual persoalan teritori yang sudah jelas dasar hukumnya kalau tidak ingin digebuk.

Dalam bingkai mikro penambahan alutsista TNI diniscayakan akan mampu meredam pelecehan teritori sekaligus penguat posisi bargaining diplomasi karena sejatinya kekuatan pengawal republik adalah untuk payung ini.  Dalam ruang yang lebih luas adalah untuk mengantisipasi dinamika kawasan Asia Tenggara yang sulit diprediksi dengan konflik Laut Cina Selatan. Kalau prajurit TNI diajak gelut fisik, adu endurance dan survival dengan prajurit negara lain kita yakin yang tampil sebagai pemenang adalah prajurit TNI karena disitu letak keunggulan hulubalang kita. Bahkan dalam berbagai kejuaraan adu tangkas menembak prajurit TNI selalu menempati posisi puncak, itu tak terbantahkan. Namun dalam upaya menguasai perkembangan teknologi pertempuran kita perlu meng update dan memodernisasi alutsista karena itu wajib hukumnya. Sekali anda melalaikan kewajiban ini maka prajurit TNI yang unggul kualitas personal itu akan menjadi pasukan gagah gemulai.

Konvoy Armada TNI AL pulang dari Latgab Sangatta
Perkuatan TNI sebenarnya adalah perkuatan pagar agar tak mudah dimasuki oleh maling atau rampok sumber daya.  Komparasinya sederhana, ada sebuah rumah besar dan kaya tapi pagarnya hanya pagar lapuk. Lalu datang rampok, menjarah menguras, dan si empunya rumah hanya mampu teriak tanpa mampu memberikan  perlawanan.  Si rampok tertawa terkekeh-kekeh, sembari bilang: Kasian deh lu.  Kalau kita lihat peta dunia atau google earth, negeri ini luar biasa strategisnya posisi geografisnya, kekayaan alamnya, rentang pantainya, jumlah penduduknya.  Lalu kalau bicara pagar halamannya, alamak, parah kali kawan, mirip seperti pemilik rumah mewah tadi, cuma bisa teriak tanpa melakukan perlawanan.

Nah sekarang pagar itu sedang dibenahi, diperkuat, dipergahar.  Di laut kekuatan armada ditambah menjadi 3 armada tempur dengan kekuatan minimal 274 KRI.  Pangkalan utama kekuatan armada ada di Tanjung Pinang, Makassar dan Sorong.  Jakarta dan Surabaya tetap menjadi pangkalan utama karena disana ada Kolinlamil untuk mobilisasi pasukan Marinir dan TNI AD. Kekuatan pasukan  Marinir ditambah 1 divisi sehingga menjadi 3 divisi.  Matra udara menambah skuadron tempur dan angkut seirama dengan kedatangan alutsista utama pesawat tempur dan angkut.  Satuan-satuan radar diperbanyak, pangkalan-pangkalan TNI AU diperkuat tidak saja dengan hanud titik (rudal jarak pendek) tetapi juga dengan hanud area ( rudal jarak menengah).  TNI AD tidak ketinggalan dengan menambah Heli tempur, Heli angkut, MBT, Panser, MLRS, Rudal, Roket, Howitzer. Kostrad ditambah menjadi 3 Divisi selain penambahan batalyon tempur Kodam di beberapa daerah perbatasan.

Perkuatan pengawal republik ini tidak lepas dari ruang pantau intelijen dan hankam negara tetangga, utamanya Malaysia, Singapura dan Australia.  Bahasa tubuh ketiga jiran ini menampakkan reaksi berbeda.  Australia misalnya memberikan warning terhadap peningkatan kekuatan TNI sebagai sebuah upaya menyetarakan keseimbangan kawasan seraya memberikan ruang perspektif untuk bekerja sama  lebih erat antar militer kedua negara.  Meskipun begitu aura kekhawatiran bangsa bule yang “nyasar” ke selatan Asia ini tetap bergema.  Ini ciri khas sekalgus arogansi Barat Anglo yang merasa tidak ingin harkatnya disaingi.


Pasukan Marinir dalam sebuah upacara militer
Sikap Singapura relatif lebih tenang dan diam. Negeri ini memang jarang mengumbar pernyataan reaksi terhadap perkembangan militer negara tetangganya.  Sikap diam ini mencerminkan kedewasaan emosional hankam mereka.  Singapura cenderung lebih suka tak pamer khawatir,  meski secara intelijen mereka sangat ingin tahu alutsista apa lagi yang akan dibeli oleh Indonesia.  Lalu bagaimana dengan Malaysia yang dalam Pameran LIMA akhir tahun silam tak jua jadi menambah arsenal udaranya meski sempat menggadang-gadang Typhoon. Komunitas militer yang banyak berdiskusi dengan jiran sebelah bisa membaca suasana hati mereka.  Sebelumnya ada semacam arogansi terhadap keunggulan alutsista yang mereka miliki terhadap RI.  Namun sejak negeri ini melakukan belanja alutsista secara besar-besaran, sikap itu sudah jauh berkurang dan bahkan berganti dengan sikap, menyadari bahwa negeri ini tak bisa disikapi dengan kesombongan militer.  

Inilah yang disebut efek gentar dan getar. Perkuatan alutsista TNI bukan dimaksudkan untuk ngajak gelut tetangga tetapi sebagai penguat dan penggentar agar jiran tak lagi remehkan teritori RI.  Kekuatan militer sejatinya adalah untuk menjaga nilai-nilai kesetaraan dalam hidup bertetangga, menjadi payung bargaining dalam langkah diplomasi untuk penyelesaian sengketa batas wilayah sekaligus menjadi kekuatan pukul terakhir demi eksistensi teritori yang diyakini benar.  Itulah kodrat eksistensi dan harga diri.  Sama seperti eksistensi diri kita sebagai pribadi yang bernama manusia, pada dasarnya suka dengan nilai-nilai kebenaran universal, kebersamaan, kesetaraan, saling menghargai dan menghormati.  Jika nilai-nilai ini dilanggar maka kodrat marah pun muncul dipermukaan wajah.  Sabar juga bagian dari kodrat tadi yang dianalogikan sebagai kekuatan bargaining menahan diri.  Nah kalau itu tak jua menemukan titik selesai, ya gelut saja demi eksistensi dan harga diri. Dan itu sah.

Melihat Cakrawala 2015-2019

Kalau kita melihat perkuatan alutsista TNI sampai tahun 2014 rasanya sudah jelas bentuk dan rupanya.  Namun ada pertanyaan menggelitik apakah perkuatan alutsista TNI yang sekarang sedang digebyar akan berhenti sampai tahun 2014 dan setelah itu tidak ada lagi.  Jawaban mengelitik juga dikedepankan dengan spirit pede, tidak akan berhenti. Mengapa, karena kekuatan alutsista TNI tahun 2014 masih belum memenuhi standar kekuatan militer yang diperlukan untuk negara kepulauan terbesar di dunia ini.  Lugasnya perkuatan alutsista TNI bukan untuk membandingkan dan menyamakan dengan kekuatan militer negara tetangga tetapi untuk mengantisipasi dengan melihat dari sisi cakrawala horizon bahwa masa depan dunia ada di Asia Pasifik dengan segala dinamikanya.  Kebangkitan naga Cina, saling berebut pengaruh antara AS dan Cina, mengawal sumber daya energi yang ada di laut Cina Selatan, laut Sulawesi, laut Timor, laut Arafuru dan Papua, itu alasan tegasnya.

Visi hankam RI diyakini tidak lagi melihat Singapura atau Malaysia sebagai kompetitor.  Tetapi bergerak ke cara pandang yang lebih luas bahwa dengan kemampuan ekonomi yang maju pesat dan stabil, kita harus mampu menjaga kedaulatan dan kewibawaan wilayah RI dengan  militer yang kuat, modern dan profesional.  Bahwa seluruh wilayah negeri ini harus dikawal dengan kekuatan militer untuk menjaga sumber daya energi tak terbarukan.  Termasuk isi laut yang mampu menghasilkan duit puluhan trilyun rupiah per tahun jika dikawal dan dikelola dengan efektif.  Ke depan sumber daya energi tak terbarukan di laut termasuk isi laut itu sendiri akan menjadi pusat eksplorasi dan eksploitasi untuk menghidupi dan mencemerlangkan ekonomi bangsa ini.

KRI Nanggala selesai retrofit di Korsel, makin gahar
Tahun 2014 adalah tahun pergantian parlemen dan pemerintahan.  Kalau melihat dari kesadaran dan cara pandang DPR (secara kelembagaan) saat ini untuk memodernisasi alutsista TNI seia sekata dengan pemerintahan SBY yang bersepakat menggelontor dana US$ 15 milyar untuk beli alutsista, maka  kita sangat berkeyakinan bahwa pemerintahan baru dan DPR baru hasil Pemilu tahun 2014 akan tetap melanjutkan perjuangannya memodernisasi TNI untuk periode lima tahun berikutnya.  Dan jika itu dikaitkan dengan perkembangan PDB, pertumbuhan ekonomi yang meningkat, cadangan devisa yang semakin tambun, maka optimisme itu akan semakin berbunga, bahkan jumlah yang digelontorkan untuk pengadaan alutsista periode 2015-2019 bisa jadi mencapai US$ 20 milyar.

Era SBY berakhir tahun 2014 tetapi figur yang akan tampil di panggung kekuasaan tahun itu diyakini tidak melepas momentum perkuatan alutsista TNI.  Sekadar catatan kekuatan regional yang menghimpit RI pada tahun itu sudah jelas ”warnanya”, India dengan kekuatan militer yang makin perkasa.  Cina sudah lebih dulu membangun kekuatan militernya secara besar-besaran. Lalu AS sudah menempatkan ribuan Marinir di Darwin dan Guam.  Sekedar mengingatkan sewaktu jet tempur Sukhoi India melakukan patroli di Andaman dan tertangkap radar militer kita akhir tahun 2011, yang datang “menghadang” hanya 4 jet Hawk 200 dari Pekanbaru.  Itupun harus berhenti dulu di lanud Iskandar Muda Banda Aceh untuk ambil nafas alias isi avtur.  Secara militer jelas itu kalah kelas, namun karena India dan Indonesia bersahabat baik, tentu kedua jet flight itu sekedar say hallo sambil bercanda karena sama-sama penggemar  Shahruk Khan yang fenomenal itu.

Melihat dinamika ini militer Indonesia harus banyak memperkuat skuadron tempur dan armada laut jika ingin mensejajarkan diri dengan kekuatan regional yang tumbuh pesat.  India misalnya, ngapain dia membangun militernya secara besar-besaran padahal musuhnya cuma Pakistan.  Yang jelas tidak sekedar Pakistan, ada visi yang diemban oleh hankam India bahwa perkuatan militer mereka adalah untuk menjaga kawasan regional yang diberi label “tanggung jawab India”.  Demikian juga Cina yang sudah memproklamirkan bahwa tahun 2020 nanti, akan menjadi tahun target untuk menjadi militer berpengaruh di Asia Pasifik dengan kekuatan armada tempur yang luar biasa.

3 Fregat Inggris yang ditaksir TNI AL
Catatan kita adalah sepanjang renstra TNI  periode 2015-2019 diharapkan TNI AU menambah sedikitnya 3 skuadron jet tempur tangguh.  Ini sangat realistis, jenisnya bisa jadi dari serial Sukhoi Family misalnya Sukhoi SU30 dan Sukhoi SU35.  Bisa juga Typhoon atau Rafale yang dua-duanya lagi naik daun.  Syukur-syukur bisa dilirik F35 walaupun hanya 10 biji sebagaimana yang dicita-citakan KSAU Marsekal TNI Imam Sufaat.  Untuk armada laut yang sudah menjadi 3 armada tentu perlu KRI yang lebih banyak.  Paling tidak perlu tambahan 30 KCR, 10 Korvet dan  8 Fregat.  LPD juga dirasa masih kurang, masih perlu 4-5 unit lagi apalagi jika diperlukan untuk mobilisasi MBT.  Arsenal strategis kapal selam jelas masih perlu tambahan 3-4 unit lagi.

Arsenal-arsenal darat perlu diperkuat dengan tank kelas berat, tank medium dan panser.  Yang tak kalah penting juga pengadaan rudal SAM jarak sedang, MLRS dan Howitzer untuk batalyon artileri dan batalyon rudal.  Heli tempur seperti Mi35 dan Apache atau yang setara dengannya  perlu ditambah untuk payung tempur angkatan darat. Pada era ini sangat diyakini kita sudah mampu memproduksi  rudal SAM jarak sedang yang digelar statis atau mobile.  Pada era ini juga kita sudah mampu memproduksi Panser canon, Tank medium, kapal Light Fregat dan Kapal selam.  Artinya pengadaan alutsista strategis kecuali jet tempur sudah dikuasai oleh industri hankam dalam negeri.  Dengan kata lain pada periode renstra 2015-2019 itu 70% kekuatan militer kita sudah based on industri hankam dalam negeri.  Luar biasa.

Militer yang didukung oleh kekuatan industri hankam dalam negeri akan lebih mempertegas aura kewibawaan sebuah negara karena secara logistik tidak lagi bertumpu pada pembelian alutsista dari luar negeri.  Meskipun begitu harus juga diakui tidak ada satu jenis alutsista yang murni produksi dalam negeri karena komponennya tetap harus bekerjasama dengan produsen negara lain.  Oleh sebab itu tahapan-tahapan renstra ini, membangun kekuatan militer dengan memberdayakan industri hankam dalam negeri selayaknya kita apresiasi. Beberapa paket transfer teknologi dalam pengadaan alutsista saat ini adalah sekolah teknologi yang paling komprehensif untuk kemudian mendirikan sekolah industri alutsista sendiri untuk dikembangkan buat anak bangsa.  Lima tahun ke depan ini bukan waktu yang lama, Saudaraku.  Yakinlah dengan itu sembari berdoa semoga Allah selalu memberikan petunjuk buat jalan kebanggaan bangsa besar ini.

http://analisisalutsista.blogspot.com

Berguru Ke Negeri China

Kunjungan Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro dan orang penting lainnya di Kemhan ke China tanggal 19 sampai dengan 21 Februari 2012 tidak saja disambut hangat oleh Menhan China Jenderal Liang Guanglie, tetapi juga membuahkan kesepakatan strategis dan bernilai tambah yakni transfer teknologi rudal. Ini sebenarnya yang ditunggu-tunggu sejak adanya perjanjian DCA (Defence Cooperation Agreement) antara Indonesia-China tahun 2007. 

Perlu waktu empat tahun untuk meyakinkan China agar mau berbagi ilmu sembari mengulang-ulang membaca sebuah Hadits Nabi: Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China.  Akhirnya terbuka sudah pintu perguruan Shaolin itu.  Dan ini juga yang menjadi titik asa paling gempita sejak DCA diproklamirkan karena ini tujuan utama dari wujud kerjasama yang nyata itu.

Kerjasama pertahanan dan industri pertahanan bersama China memberikan dua nilai yang sama-sama bernilai penting.  Yang satu adalah soal berguru tadi, menjadi murid sekolah transfer teknologi, yang lainnya adalah mempermudah saling pengertian dalam bidang hankam.  China saat ini sedang membangun kekuatan militernya seirama dengan pertumbuhan ekonominya yang tertinggi di dunia.  Pada saat yang sama negeri tirai bambu ini mempunyai klaim tumpang tindih dengan beberapa negara ASEAN.  Indonesia berada dalam posisi tidak bersengketa dengan negeri naga itu sehingga posisi ini setidaknya dapat menjadi pencair ketegangan.

Rudal C-705 pintu gerbang penguasaan teknologi rudal RI
Indonesia perlu rudal, jelas dong.  Jauh-jauh hari Presiden SBY sudah memberikan ruang dan waktu bahwa di masa pemerintahannya harus tercipta rudal made in dewe yang menjadi pagar pengaman teritori.  Saat ini kita tahu persiapan kearah terciptanya rudal produksi dalam negeri sudah dalam stadium “ngebet banget”. Berbagai uji coba roket sudah dilakukan termasuk membangun fasilitas luncur di Bengkulu dan  membangun pabrik bahan peledak. Nah kerjasama produksi rudal China – RI ini adalah pintu gerbang yang sudah dinantikan, pucuk dicinta ulam tiba. Dengan program kerjasama ini diharapkan Indonesia mampu mengembangkan berbagai jenis rudal sebagai salah satu alutsista strategis.

Setelah bergandeng tangan bersama guru taekwondo Korea Selatan untuk menimba ilmu melalui sekolah proyek pengembangan jet tempur IFX dan sekolah pembuatan kapal selam, maka dengan China dibuka lagi sekolah teknologi rudal untuk kemudian bisa di kembangkan sendiri sesuai jenisnya misal rudal darat ke darat, rudal darat ke udara dan rudal udara ke darat, termasuk penambahan jarak tembak dan hulu ledaknya.  Jika semua berjalan mulus diharapkan tahun 2014 peluru kendali buatan dalam negeri sudah mulai digelar di sejumlah kapal cepat rudal  sebagai rudal anti kapal dan di sejumlah tempat di perbatasan sebagai rudal darat ke darat dan rudal darat ke udara.

Ada yang menarik dari dua bangsa ras kuning ini, setidaknya dalam konteks kerjasama militer, bahwa kedua bangsa Asia ini China dan Korea tidak pelit ilmu, tidak bertele-tele dalam program pengadaan alutsista dengan model ToT, tidak terlalu banyak mempersyaratkan tetek bengek. Bandingkan dengan program kerjasama pembuatan PKR Light Fregat dengan Belanda yang jalannya melambai.  Negara-negara barat memang cenderung protektif dan jual mahal untuk memberikan ilmu teknologi persenjataan kepada negara lain. 

RI membangun kerjasama pengadaan alutsista berdasarkan prinsip kesetaraan an saling menguntungkan.  Bangsa-bangsa Asia umumnya berada dalam koridor kesamaan ini. Jepang, walaupun sudah sangat maju dalam setiap segi kehidupannya tetap saja kulturnya selalu menghormati dan menyetarakan diri dengan sesama bangsa lain, utamanya bangsa Asia. Coba saja kita bertemu dengan orang Jepang yang kita kenal pasti mereka lebih dulu yang membungkukkan badan sembari memberi salam.

Berguru ke negeri China untuk mendapatkan ilmu teknologi rudal merupakan langkah strategis Kementerian Pertahanan untuk memastikan ketersediaan teknologi rudal.  Sebab kalau ini sudah dikuasai maka lengkaplah penguasaan teknologi alutsista di Indonesia.  Artinya kita sudah mampu menguasai teknologi persenjataan mulai dari produksi amunisi, panser, roket, tank ringan, torpedo, KCR, kapal selam, PKR, pesawat angkut, jet tempur dan peluru kendali.  Inilah sebuah kebanggaan yang patut disyukuri, melihat postur TNI yang gahar, profesional dengan alutsista modern dan sebagian besar adalah produksi dalam negeri.

Abaikan Belanda, Masih Banyak Jalan Menuju Leopard

Perjalanan shopping alutsista kembali dilakukan Kemhan dan Mabes TNI.  Kali ini kembali mengunjungi Jerman dan Perancis. Kafilah Kemhan dipimpin Wamenhan Syafrie Syamsoedin dan Mabes TNI dipimpin KSAD Jendral TNI Pramoni Edi Wibowo.  Di Jerman rombongan penjelajah alutsista RI itu melakukan lamaran akad nikah dengan Kemhan Jerman tanggal 27 Pebruari 2012.  Isinya berupa MOU sama dengan kesepahaman untuk menjalani pendekatan lebih intensif dalam upaya mendapatkan alutsista yang  diinginkan, misalnya MBT Leopard atau kapal selam U214.  Wamenhan RI bilang penandatanganan kerjasama itu bertujuan sebagai kerangka untuk memajukan kerja sama bilateral kedua negara berdasarkan prinsip kesetaraan, saling menguntungkan dan saling menghormati, kedua pihak.
Hal yang sama dilakukan juga di Perancis.  Di Paris Rabu tanggal 29 Pebruari 2012 dilakukan sign bidang pertahanan, bisa ditebak  maksud dan tujuan MOU itu, mendapatkan alutsista made in Perancis untuk TNI AD.  Yang menarik hanya dalam waktu 1 minggu ada 2 sign kerjasama pertahanan.  Itu merupakan jalan-jalan belanja alutsista yang istimewa sekaligus ingin meledek Belanda yang plin plan menjual tank second Leopard.  Jual beli alutsista itu mestinya pakai aturan bisnis tok atau prinsip kesetaraan.  Polanya macam-macam bisa G to G atau B to B.  Tak usah membawa-bawa issue lain yang berada di luar wilayah bisnis bilateral.  Emang lu siape, emang lu penjajah yang baik, emang lu mewariskan negara jajahan yang berkualitas, jangan sok menggurui dong.  Statemen Wamenhan di Jerman itu jelas dan tegas, prinsip saling menghormati, kesetaraan dan menguntungkan adalah landasannya.


Howitzer Caesar Perancis yang diincar TNI AD
Kita tentu masih ingat ketika seorang menteri luar negeri Belanda Pronk berjalan-jalan di kawasan miskin di Jakarta akhir tahun 80 an.  Gaya bicara dan langgam bahasa tubuhnya menunjukkan seperti dewa penolong, lalu memberikan berbagai syarat agar bantuan IGGI (Inter Government Group on Indonesia)  bisa cair waktu itu. Pak Harto tersinggung berat, tak lama kemudian IGGI dibubarkan oleh Indonesia.  Sekedar informasi IGGI didirikan tahun 1967 yang merupakan group donatur untuk pembangunan ekonomi RI lewat Repelita yang anggotanya adalah Jepang, Belanda, Inggris, AS, Italia, Perancis, Jerman, Bank Dunia, ADB  dll.  Setiap tahun group ini memberikan pinjaman rata-rata 2 milyar dollar, dan si Belanda tadi kontribusinya setiap tahun tidak lebih dari US$ 70 juta, tapi gayanya itu yang menyesakkan hati, arogan dan mendikte.  Jepang yang bantuannya paling besar low profil aja tuh.

Sekarang itu perilaku itu diperlihatkan lagi ketika kita mau order Leopard.  Belum lagi langgam Damen Schelde yang setengah hati melakukan kerjasama pembuatan kapal perang berkualifikasi PKR.  Membaca langgam dan lagu negeri dibawah laut itu kadang membuat kita gregetan sekaligus keki.  Belanda  selalu merasa sebagai bangsa kelas satu lalu menganggap bangsa ini masih berada dalam “aura” negeri jajahan dia.  Perilaku ini kontras dengan gaya sambut Kemhan Perancis dan Jerman.  Mereka say hallo dengan keakraban dan bernuansa kesetaraan, lalu tak bertele-tele, prinsip dagangnya anda jual kami beli.  Bukan, anda jual, mau kami beli lalu jangan ini jangan itu.

Diantara negeri-negeri barat yang mampu membawakan bahasa santun dalam etika pergaulan dengan Indonesia tercatat Perancis dan Jerman yang paling softly.  Spanyol dan Italia juga merupakan negara yang membawa “kesetaraan gender” dalam melihat Indonesia.  Belanda sepanjang sejarah gaulnya dengan RI tak pernah menampakkan diri dalam wajah ketulusan bersahabat.  Mungkin untuk menutupi malunya ketika dua kali tarung teritori dengan RI.  Yang pertama bertekuk lutut dengan pengakuan kedaulatan RI akhir Des 1949.  Dan yang kedua kalah terhormat dalam “final Irian Barat Cup” dan mengembalikan Irian Barat (Papua) kembali ke Indonesia akhir tahun 1962.  Mereka gentar dengan kekuatan armada perang RI waktu itu

Perilaku Inggris agak mirip-mirip dengan Belanda.  Ketika insiden St Cruz Dili Timor Leste tahun 1991 meletus,  Inggris langsung embargo senjata ke RI.  Hebatnya lagi pada waktu bersamaan sedang dilakukan penerbangan ferry pengadaan 40 jet tempur Hawk 100/200.  Beberapa jet itu ditinggalkan pilot Inggris di Bangkok Thailand.  Lalu ketika dilakukan operasi militer di Aceh tahun 2003 Inggris melarang TNI mengunakan pesawat tempur Hawk dan tank Scorpion digunakan di Aceh.  Nah saat ini negeri Rooney itu kelihatannya sedang berupaya mengambil hati pemerintah RI sehubungan dengan hampir pastinya order 3 Fregat Ragam Class dan diliriknya 1 skuadron jet tempur Typhoon.  Padahal baru dilirik loh, soalnya Typhoon baru mengalami kekalahan telak dari Rafale dalam tender jet tempur medium multi guna AU India baru-baru ini.

Pepatah lama yang mengatakan tidak ada rotan akar pun jadi, kiranya perlu disesuaikan sehubungan dengan rencana beli alutsista MBT Leopard.  Pepatahnya diubah jadi: Kalau akar jual mahal kita beli sekalian rotannya.  MBT Leopard itu kan buatan Jerman. Belanda hanya user, lha kalau user mau jual tapi banyak persyaratan mending beli ke pabriknya saja langsung.  Jerman paham dengan kita karena sejarah gaulnya dengan kita penuh dengan kehangatan apalagi ada Habibie yang menjadi perekat manisnya hubungan itu.  Oleh sebab itu kunjungan Kanselir  Jerman Angela Merkel ke Indonesia pertengahan tahun ini perlu kita sambut hangat menuju kemitraan strategis Indonesia-Jerman.  Siapa tahu U214 jadi menu utama hidangan makan malamnya.  Dalam hati siapa yang tahu, ah bisa aja si Jagvane.

 sumber : http://analisisalutsista.blogspot.com/

Lagu Hits Alutsista “Transfer Teknologi”

Pemerintah sudah bertekad hendak menggaharkan pengawal republiknya, TNI dengan memodernisasi alutsistanya.  Seiring dengan gempita itu sepanjang dua tahun terakhir ini ”lagu” alutsista yang lebih sering terdengar di telinga adalah transfer teknologi. Lagu ini memang bagian dari kebijakan Kementerian Pertahanan agar suatu saat kelak bangsa ini dapat memenuhi sendiri kebutuhan alat-alat perangnya dengan industri hankam dalam negeri yang matang dalam memproduksi alutsista.

Maka bisa kita lihat dan saksikan saat ini spirit dan aktivitas melakukan sekolah teknologi alutsista. Ilmuwan-ilmuwan kita sudah mampu membuat alutsista berdasarkan transfer teknologi misalnya membuat kapal perang jenis KCR (Kapal Cepat Rudal), LST (Landing Ship Tank), LPD (Landing Platform Dock), Panser Anoa, Rantis, Roket R-Han, CN 235 MPA, Helikopter.  Yang sedang bersekolah transfer teknologi saat ini adalah proyek pembuatan panser canon dengan Korsel, proyek pembuatan kapal perang berkualifikasi PKR (Perusak Kawal Rudal), proyek pembuatan kapal selam dengan Korsel dan yang spektakuler adalah kerjasama pengembangan jet tempur generasi 4,5 KFX/IFX juga dengan Korsel.  Untuk kedua proyek bergengsi yang terakhir itu RI telah mengirimkan lebih dari 150 ilmuwannya ke Korsel.
KRI Trimaran produksi Lundin akan diperkuat rudal C705
Lalu yang terakhir dan masih hangat dalam perbincangan adalah kerjasama produksi rudal anti kapal C705 dengan China yang dapat dikembangkan menjadi pembuatan rudal surface to surface, surface to air dan air to surface.  Ini adalah buah dari kunjungan kerja Menhan Punomo Yusgiantoro ke Beijing China atas undangan Menhan China Jendral Liang Guanglie tanggal 19 sampai dengan 21 Fepbruari 2012.  Kerjasama real ini sebenarnya yang paling ditunggu sejak adanya perjanjian DCA (Defence Cooperation Agreement) antara Indonesia dan China tahun 2007. 
 
Ini adalah langkah cerdas dan cemerlang dari kebijakan Kementerian Pertahanan RI yang ingin memodernisasi persenjataan TNI dengan anggaran sebesar US$ 15 Milyar untuk periode 2010-2014.  Tidak melulu beli murni tetapi juga mengaktifkan dan memberdayakan kegiatan industri hankam strategis Pindad, PAL, PT DI dan perusahaan industri hankam swasta nasional.  Upaya menyirami industri hankam ini dengan berbagai proyek kerjasama produksi alutsista memberikan banyak kegunaan, salah satunya tentu kebanggan nasional dengan produksi milik bangsa sendiri.

PT Pindad kebagian order membuat panser canon bersama Korsel setelah sukses menghasilkan ratusan panser Anoa yang merupakan titik awal kebangkitan industri hankam dalam negeri.  Pindad juga sedang disibukkan dengan produksi massal Roket Rhan bersama Lapan disamping memenuhi order ekspor panser Anoa ke beberapa negara.  Sementara PT PAL saat ini mendapat order membuat kapal selam kelas Changbogo bersama industri hankam Korsel, Daewoo.  Selain itu kerjasama produksi melalui transfer teknologi juga sedang berlangsung antara PAL dan Damen Schelde Belanda untuk membuat 10 kapal perang light fregat. Tak ketinggalan embahnya teknologi kedirgantaraan PT DI mendapat banyak order mulai dari buat helikopter, kerjasama buat pesawat angkut militer CN295 dengan Airbus Military dan mengembangkan jet tempur KFX/IFX bersama Korsel.

Yang menarik China juga bersedia menularkan ilmu teknologi rudalnya dengan bekerjasama memproduksi rudal anti kapal C-705 yang mampu menembus jarak tembak 100 km.  Memang dibanding dengan rudal Yakhont buatan Rusia  yang mampu menerabas jarak jangkau 300 km, C-705 jelas tak ada apa-apanya.  Tetapi untuk mendapatkan ilmu transfer teknologi itu, kita perlu “mundur selangkah” dengan mengambil ilmu konsep dasar teknologi rudal.  Setelah itu kita dapat mengembangkannya sendiri misalnya dengan menambahkan booster dan racikan propelan untuk menambah kekuatan jarak tempuh dan hulu ledaknya. Lapan Pindad sudah siap dengan materi kuliah yang berjudul ilmu propelan. Untuk diketahui hampir semua negara yang menguasai teknologi rudal sangat merahasiakan racikan teknologi propelan yang dimilikinya.

Beberapa rudal anti kapal C-705 sudah diuji coba oleh TNI AL dan sudah terpasang di sejumlah kapal cepat rudal TNI AL.  Matra laut ini punya program pembangunan 100 kapal cepat rudal murni buatan dalam negeri dalam renstranya sehingga membutuhkan banyak rudal anti kapal sebagai senjata pemukul strategisnya. Dalam kerjasama produksi rudal C-705 sangat dimungkinkan kapal perang jenis korvet Parchim Class TNI AL yang berjumlah 16 unit itu akan mendapat jatah rudal ini sebanyak 2-4 unit di setiap kapalnya.  Kapal perang TNI AL lainnya yang sedang dibangun di PT Lundin Banyuwangi yang mengusung teknologi trimaran juga akan diperkuat dengan rudal C705.  Kapal trimaran ini punya kecepatan sampai 40 knot, tahun ini diharapkan 1 unit selesai.  TNI AL memesan 4 kapal dari galangan swasta nasional ini yang memang sudah ahli dalam membuat kapal cepat.

Diniscayakan dalam kurun waktu 4 sampai dengan 8 tahun lagi kita sudah mampu memproduksi beragam alutsista teknologi tinggi made in dewe.  Untuk  kapal berjenis PKR misalnya jika semuanya berjalan lancar mestinya tahun 2014 ini sudah jadi minimal 2 kapal perang.  Namun diantara semua sekolah transfer teknologi alutsista proyek PKR ini yang paling lambat laju kurikulum semesterannya.  Ada kesan pihak Damen Schelde Belanda mengulur-ulur waktu dan setengah hati menularkan ilmunya padahal kita sudah membeli produknya berupa 4 KRI Korvet Sigma beberapa waktu yang lalu.  Sehingga ada kesan kalau negara-negara Barat itu memang pelit menularkan teknologinya.  

Ini sangat berbeda dengan negara-negara Asia seperti Korsel dan China yang dengan ikhlas mau berbagi ilmu dengan Indonesia untuk bekerjasama memproduksi bermacam alutsista yang dibutuhkan negara ini. Transfer teknologi pembuatan kapal selam diyakini bisa dihasilkan mulai tahun 2018 saat dimana sebuah kapal selam jenis Changbogo bisa diproduksi oleh PAL.  Demikian juga dengan proyek jet tempur KFX/IFX, Indonesia diharapkan dapat menguasai teknologinya mulai tahun 2020.  Untuk teknologi rudal diharapkan tahun 2014 kita sudah mampu membuat rudal berbagai jenis yang punya daya ledak dan daya jangkau menggentarkan.

Langkah cemerlang Kemenhan ini tentu kita apresiasi karena  kalau hanya sekedar beli alutsista, yang didapat cuma barangnya dan cara penggunaannya sedang teknologinya tetap milik si pembuat.  Dan kalau pola ini saja yang dianut, negeri ini tak ubahnya hanya sebuah pasar besar dimana kita hanya menjadi pembeli yang baik hati, pemakai yang baik hati tanpa pernah bisa menjadi pintar.  Pola yang dianut Kemenhan mestinya banyak ditiru oleh sektor lain misalnya sektor otomotif yang sudah menemukan titik temu ketika mobil kiat esemka menjadi begitu populer. Untuk urusan produksi sepeda motor saja mengapa harus berkiblat pada merek Jepang padahal secara de facto kita sudah mampu membuat sendiri.  Mengapa kita tidak mau memulainya sebagaimana yang telah dicontohkan Kemhan padahal teknologi otomotif sangat mudah dicerna dan diimplementasikan oleh anak bangsa ini. Mengapa ?

http://analisisalutsista.blogspot.com/

Makna Persahabatan

Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan
dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan
mempunyai nilai yang indah.




   
Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi
persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan
bertumbuh bersama karenanya…

   
Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi
membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkanbesi,
demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya. Persahabatan
diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti,
diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak,
namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan
dengan tujuan kebencian.


 Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan
untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya
ia memberanikan diri menegur apa adanya.



Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman,
tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan
dengan tujuan sahabatnya mau berubah.



Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha
pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita
membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi
mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih
dari orang lain, tetapi justru ia beriinisiatif memberikan
dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.



Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya,
karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.
Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati,
namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya.
 


Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun
ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.


Beberapa hal seringkali menjadi penghancur
persahabatan antara lain :
1. Masalah bisnis UUD (Ujung-Ujungnya Duit)
2. Ketidakterbukaan
3. Kehilangan kepercayaan
4. Perubahan perasaan antar lawan jenis
5. Ketidaksetiaan.

Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil dipatahkan
oleh sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinya.

Motivasi Hari ke Satu

"Sang pemenang tidak pernah menyerah, dan orang yang meyerah tidak pernah menang"

"Masalahnya bukanlah apakah Anda dijatuhkan, tetapi apakah Anda mampu bangkit kembali "

Selasa, 13 Maret 2012

BUSINESS PLAN

Executive Summary
Sayuran dan buah-buahan merupakan makanan sehat dan bergizi. Sayur dan buah banyak mengandung vitamin dan mineral, diantaranya vitamin A pada wortel, vitamin C pada jeruk, zat besi pada sayur bayam, dan masih banyak lagi kandungan pada sayur dan buah yang bermanfaat untuk kesehatan manusia. Sayur dan buah dapat dikonsumsi dengan dua cara yaitu melalui proses memasak dan tidak. Sayur kebanyakan dikonsumsi setelah melalui proses memasak, walaupun terdapat beberapa sayur yang tidak melalui proses memasak seperti selada, kemangi, dan lain-lain. Sedangkan buah lebih banyak dikonsumsi tanpa melalui proses memasak, walaupun terdapat beberapa buah yang dikonsumsi setelah melalui proses memasak seperti labu, wortel, dan lain-lain.
Sayur dan buah memiliki manfaat bagi kesehatan manusia, diantaranya membantu perkembangan tubuh anak, menjaga kesehatan organ-organ tubuh, meningkatkan daya tahan tubuh, memperlancar peredaran darah, dan sebagainya. Selain itu sayur dan buah baik untuk diet. Banyak wanita yang menggunakan sayur dan buah sebagai menu diet sehat. Namun walaupun banyak mengandung vitamin dan mineral yang memiliki manfaat bagi kesehatan manusia, masih terdapat sejumlah besar manusia yang kurang menyukai sayur dan buah, terutama sayuran hijau. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor diantaranya tata cara penyajian yang tidak bervariasi, rasa sayur atau buah tertentu yang kurang disukai, bentuk penyajian yang kurang menarik, rasa sayur yang berserat, dan lain-lain. 
Berdasarkan hal tersebut, perlu dibentuk suatu usaha berupa toko atau warung makan yang menjual sayur dan buah yang menarik untuk dimakan, baik dari segi tata cara penyajian, bentuk penyajian, dan rasa. Usaha tersebut membentuk sayur dan buah sedemikian rupa menjadi makanan dan minuman yang bervariasi misalnya mie yang terbuat dari sayuran, kue2 yang menggunakan bahan utama sayuran, jus sayuran, jus buah, cake, dan sebagainya. Sehingga bagi vegetarian ataupun orang-orang yang tidak suka sayur dapat menikmati variasi makanan ini.
Segmen pasar yang dipilih dalam usaha ini adalah masyarakat menengah ke bawah. Karena segmen masyarakat menengah ke atas pada usaha seperti ini (penyajian makanan bagi vegetarian) sudah cukup banyak terutama di kota-kota besar sehingga pesaingnya lebih banyak dibandingkan dengan segmen pasar menengah ke bawah. Competitive advantage dalam usaha ini adalah differentiation maksudnya yaitu usaha ini merupakan usaha yang berbeda dari jenis usaha makanan lainnya karena fokus usaha ini adalah pada pengelolaan sayur mayur dan buah menjadi makanan yang variatif dengan segmen pasar yang berbeda dari usaha yang sudah ada sehingga pesaing di usaha ini masih sedikit.

Daftar Isi















1.     Overview of The Business

1.1. Latar Belakang

Sayuran dan buah-buahan merupakan makanan sehat dan bergizi. Sayur dan buah banyak mengandung vitamin dan mineral, diantaranya vitamin A pada wortel, vitamin C pada jeruk, zat besi pada sayur bayam, dan masih banyak lagi kandungan pada sayur dan buah yang bermanfaat untuk kesehatan manusia. Sayur dan buah dapat dikonsumsi dengan dua cara yaitu melalui proses memasak dan tidak.
Sayur kebanyakan dikonsumsi setelah melalui proses memasak, walaupun terdapat beberapa sayur yang tidak melalui proses memasak seperti selada, kemangi, dan lain-lain. Sedangkan buah lebih banyak dikonsumsi tanpa melalui proses memasak, walaupun terdapat beberapa buah yang dikonsumsi setelah melalui proses memasak seperti labu, wortel, dan lain-lain. Sayur dan buah memiliki manfaat bagi kesehatan manusia, diantaranya membantu perkembangan tubuh anak, menjaga kesehatan organ-organ tubuh, meningkatkan daya tahan tubuh, memperlancar peredaran darah, dan sebagainya.
Selain untuk kesehatan, sayur dan buah baik untuk diet. Banyak wanita yang menggunakan sayur dan buah sebagai menu diet sehat.Hal ini dikarenakan dengan serat yang terkandung pada sayur dan buah menunda rasa lapar seseorang. Rasa lapar tersebut tertunda karena serat yang terkandung oleh sayur dan buah tidak dapat dicerna oleh tubuh sehingga akan menempati ruang di lambung. Ruang yang terisi oleh sayur dan buah tersebut menyebabkan seseorang akan merasa kenyang sehingga sayur dan buah baik untuk diet disamping itu juga mengandung vitamin dan mineral yang baik untuk kesehatan.
Manfaat yang dikandung oleh sayur dan buah sangat banyak tidak hanya untuk kesehatan akan tetapi juga untuk kecantikan. Namun walaupun begitu, masih terdapat sejumlah besar orang yang kurang menyukai sayur dan buah, terutama sayuran hijau. Adapun faktor penyebab sayur dan buah kurang disukai yaitu diantaranya tata cara penyajian yang tidak bervariasi, rasa sayur atau buah tertentu yang kurang disukai, bentuk penyajian yang kurang menarik, rasa sayur yang berserat, dan lain-lain.    
Kategori berdasarkan umur yang tidak menyukai sayur dapat diurutkan secara membesar sebagai berikut yaitu remaja, anak-anak, dewasa dan orang tua. Berdasarkan kategori tersebut tiga peringkat teratas adalah remaja, anak-anak dan dewasa. Sedangkan pada tiga peringkat teratas tersebut adalah usia-usia produktif dan calon-calon tunas bangsa berikutnya yang perlu diberikan nutrisi yang bergizi tinggi dan sehat untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tubuh dan otak.

1.2. Tujuan dan Manfaat

Tujuan usaha ‘Warung Sehat’ yaitu :
  1. Mensosialisasikan hidup sehat dengan makan makanan bergizi
  2. Menyajikan menu makanan baru yang sehat dan bergizi
  3. Menyajikan menu sayur dan buah dengan tata cara penyajian yang menarik, enak, dan sehat  baik berupa makanan atau minuman
  4. Menarik minat bagi orang yang kurang menyukai sayur dan buah
Manfaat usaha ‘Warung Sehat’ yaitu :
  1. Masyarakat hidup sehat dengan cara makan makanan bergizi
  2. Menu makanan baru yang sehat dan bergizi  bagi vegetarian
  1. Memberikan menu alternatif untuk menikmati sayur dan buah dengan tata cara penyajian yang menarik, enak, dan sehat  baik berupa makanan atau minuman
  2. Menu makanan baru yang sehat dan bergizi  bagi semua orang
  3. Menarik minat bagi orang yang kurang menyukai sayur dan buah

1.3. Ruang Lingkup Bisnis

Warung Sehat merupakan suatu tempat makan yang didesain bernuansa kafe akan tetapi sederhana. Warung sehat menjual minuman dan makanan ringan dan berat dengan bahan utama sayur dan buah.  Makanan dan minuman disajikan dengan tata cara penyajian yang menarik. Tata cara penyajian diperhatikan mulai dari tempat makan seperti piring, gelas, sendok, garpu, kardus tempat makanan yang dibawa pulang, tray, pernak pernik penghias makanan.
Hal ini semuanya berguna untuk mendukung penyajian makanan dan minuman agar menarik untuk dimakan seperti susunan makanan, ataupun bentuk sayur dan buah yang dibentuk agar menarik. Namun juga dengan tidak melupakan rasa dan kualitas makanan dan minuman yang disediakan. Sayuran dan buah-buahan yang disediakan adalah sayuran dan buah-buahan natural yaitu sayuran yang dikembangkan dengan tidak menggunakan zat-zat kimiawi seperti pupuk atau pembasmi hama. Sayur dan buah dikembangkan dengan menggunakan pupuk alami juga pembasmi hama alami termasuk juga memperhatikan pengelolaan tanah agar nutrisi di dalam tanah tidak habis dengan menanam tanaman dengan jenis berbeda.
Makanan yang disediakan mulai dari makanan ringan seperti keripik sayuran, kacang-kacangan sampai dengan makanan berat seperti sandwitch, mie yang terbuat dari umbi-umbian seperti ketela, dan menu-menu makanan lainnya yang bahan utamanya diutamakan adalah sayuran dan buah-buahan. Minuman  dan makanan penutup yang disediakan yaitu jus buah, es buah, es puding, puding, cake, dan lain-lain. Bahan-bahan yang digunakan dalam makanan dan minuman yang dijual menggunakan bahan-bahan alami. Selain itu penggunaan gula pada minuman terdiri dari dua pilihan gula tebu, gula biasa atau gula rendah kalori, begitu juga dengan penggunaan sirup dapat dipilih yang rendah kalori atau bukan.
Aktivitas yang dilakukan meliputi proses mencari sayuran dan buah-buahan serta bahan makanan dan minuman lainnya, proses memasak, dan proses penyajian. Sayur dan buah didapat dari petani yang menanam tanamannya secara alami. Petani seperti ini terdapat di lembang juga di sekitar puncak. Sehubungan tempat penjualan adalah di Bandung, sehingga tempat penghasil bahan utama tidak begitu jauh dari tempat penjualan. Proses memasak makanan dilakukan dengan dua cara yaitu makanan dimasak terlebih dahulu dan makanan baru dimasak saat dipesan.
Adapun makanan yang dimasak terlebih dahulu seperti puding, cake, kuah mie, dan makanan lainnya yang proses penyiapannya membutuhkan waktu yang cukup lama. Sedangkan makanan yang dimasak saat dipesan seperti sandwitch, jus buah, dan lain-lain. Proses penyajian dilakukan dengan tata cara penyajian yang menarik. Bahan yang digunakan sebagai hiasan pada makanan dapat berupa sayur atau buah yang dibentuk dengan bentuk menarik atau juga berupa perlengkapan alat makan yang memiliki desain yang unik dan menarik.

1.4. StakeHolder, Lokasi, Pendekatan Modal Usaha, Manajemen Bisnis

Usaha ‘Warung Sehat’ dimiliki oleh satu orang sebagai pemilik usaha yang melakukan dan memantau proses mencari sayuran dan buah-buahan serta bahan makanan dan minuman lainnya, proses memasak, dan proses penyajian juga mengatur manajemen. Pemilik usaha dibantu oleh dua karyawan pada proses memasak, pencarian sayur dan buah dan proses penyajian, dua karyawan sebagai pelayan warung yang bertugas melayani pelanggan serta satu orang yang bertugas sebagai kasir. Manajemen diatur oleh pemilik usaha mulai dari modal, biaya belanja bahan makanan dan minuman, gaji karyawan, pengaturan menu dan lainnya.
Bentuk badan usaha merupakan badan usaha milik pribadi dengan modal milik pribadi. Usaha ‘Warung Sehat’ masih membuka satu cabang utama yaitu di Bandung. Bandung dipilih sebagai lokasi usaha karena Bandung merupakan ‘kota jajan’ sehingga banyak orang ke Bandung hanya untuk mencoba jajanan di Bandung karena selain terdapat banyak macam jajanan juga jajanan yang disediakan harganya terjangkau. Daerah yang dipilih sebagai tempat usaha yaitu memiliki kriteria dekat dengan anak sekolah, mahasiswa, dan wisatawan domestik ataupun asing yang ke Bandung (dengan tujuan biasanya untuk berbelanja, mencari jajanan, atau sekedar jalan-jalan) dan masyarakat sekitar. Daerah yang cukup memenuhi empat kriteria tersebut adalah daerah dago, yaitu disekitar factory outlet.
Warung Sehat merupakan suatu tempat makan yang didesain bernuansa kafe akan tetapi sederhana sehingga diharapkan dengan diletakkan pada daerah dengan kriteria tersebut dapat menjangkau konsumen dengan kriteria tersebut. Anak sekolah dan mahasiswa dapat berbelanja pada hari biasa dan hari libur siang ataupun malam. Dengan lokasi yang berada di daerah dago maka diperkirakan malam hari tetap akan ramai oleh mahasiswa atau anak sekolah yang senang nongkrong. Sedangkan konsumen wisatawan dan masyarakat sekitar diharapkan dapat berbelanja pada hari libur atau akhir minggu. Hal ini disebabkan dua konsumen tersebut merupakan orang-orang yang bekerja sehingga waktu kosongnya ada di akhir minggu atau di hari libur.
Usaha  Segmen pasar yang dipilih dalam usaha ini adalah masyarakat menengah ke bawah. Karena segmen masyarakat menengah ke atas pada usaha ini sudah cukup banyak terutama di kota-kota besar sehingga pesaingnya lebih banyak dibandingkan dengan segmen pasar menengah ke bawah. Competitive advantage dalam usaha ini adalah differentiation maksudnya yaitu usaha ini merupakan usaha yang berbeda dari jenis usaha makanan lainnya karena fokus usaha ini adalah pada pengelolaan sayur mayur dan buah menjadi makanan dan minuman yang variatif dengan segmen pasar yang berbeda dari usaha yang sudah ada sehingga pesaing di usaha ini masih sedikit.

2.     Marketing Plan

2.1. Deskripsi Sektor Industri

Sektor Industri usaha ‘Warung Sehat’ adalah usaha industri kecil dengan pegawai 4 orang. Bidang usaha makanan khususnya di Bandung merupakan usaha yang sangat berkembang. Perkembangan bisnis makanan sangat beraneka ragam. Perkembangan bisnis makanan dengan fokus aneka ragam variasi menu makanan dengan bahan utama sayur dan buah belum bisa dipastikan. Hal ini dikarenakan bisnis ini merupakan bisnis baru, belum ada usaha lain yang masuk di bidang ini. Usaha lain yang serupa dengan bidang ini yaitu bidang usaha makanan untuk para vegetarian cukup berkembang, namun bidang usaha ini belum ada di Bandung. Oleh karena itu, dengan melihat latar belakang Bandung dan belum ada usaha lain seperti usaha ini, usaha ini memiliki prospek yang baik.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi berkembang atau tidaknya usaha ini, yaitu :
  1. Munculnya kompetitor baru di bidang usaha yang sama karena usaha ini merupakan usaha baru dan relatif mudah untuk ditiru
  2. Lokasi merupakan faktor yang bisa menyebabkan bisnis ini berkembang atau tidak
  3. Inovasi merupakan hal yang sangat mempengaruhi karena inovasi bisa membantu memciptakan perbedaan atau kekhasan yang dapat menjadi kekuatan ‘Warung Sehat’
  4. Promosi merupakan hal yang perlu diperhatikan mengingat bisnis ini merupakan bisnis baru di bidangnya
  5. Variasi menu makanan karena dengan bahan utama sayur dan buah diperlukan menu makanan yang variatif untuk menarik konsumen
  6. Tata cara penyajian menu makanan, hal ini dapat mendukung variasi menu makanan
  7. Pelayanan yang ramah, hal ini dapat meningkatkan keloyalan konsumen dan sebagai media promosi karena promosi yang paling baik adalah melalui mulut ke mulut, jika pelanggan puas dengan produk yang ditawarkan ditambah dengan pelayanan yang memuaskan maka cenderung untuk mengajak relasi lainnya   
               

2.2. Analisis Potensi Pasar, Konsumen dan Kompetitor

Target konsumen pada usaha ‘Warung Sehat’ yaitu anak sekolah, mahasiswa, dan wisatawan domestik ataupun asing yang ke Bandung (dengan tujuan biasanya untuk berbelanja, mencari jajanan, atau sekedar jalan-jalan) dan masyarakat sekitar. Warung Sehat merupakan suatu tempat makan yang didesain bernuansa kafe akan tetapi sederhana sehingga diharapkan dengan diletakkan pada daerah dengan kriteria tersebut dapat menjangkau konsumen dengan kriteria tersebut.
Anak sekolah dan mahasiswa dapat berbelanja pada hari biasa dan hari libur siang ataupun malam. Dengan lokasi yang berada di daerah dago maka diperkirakan malam hari tetap akan ramai oleh mahasiswa atau anak sekolah yang senang nongkrong. Sedangkan konsumen wisatawan dan masyarakat sekitar diharapkan dapat berbelanja pada hari libur atau akhir minggu. Hal ini disebabkan dua konsumen tersebut merupakan orang-orang yang bekerja sehingga waktu kosongnya ada di akhir minggu atau di hari libur.
Market Analysis










2008
2009
2010
2011
2012

Potential Customer
Growth





CAGGR
SMU
25%
22
28
35
44
55
25.74%
Mahasiswa
20%
25
30
36
43
52
20.09%
Wisatawan
15%
15
17
19
21
23
11.28%
Lainnya
10%
5
6
7
8
9
15.83%
Total
70%
67
71
97
116
139
72.94%

Usaha  Segmen pasar yang dipilih dalam usaha ini adalah masyarakat menengah ke bawah. Produk ‘Warung Sehat’ disesuaikan dengan target pasarnya, oleh karena itu harga produk dapat terjangkau. Segmen masyarakat menengah ke atas pada usaha ini sudah cukup banyak terutama di kota-kota besar sehingga pesaingnya lebih banyak dibandingkan dengan segmen pasar menengah ke bawah. Competitive advantage dalam usaha ini adalah differentiation maksudnya yaitu usaha ini merupakan usaha yang berbeda dari jenis usaha makanan lainnya karena fokus usaha ini adalah pada pengelolaan sayur mayur dan buah menjadi makanan dan minuman yang variatif dengan segmen pasar yang berbeda dari usaha yang sudah ada sehingga pesaing di usaha ini masih sedikit.

2.3. Program Marketing Fix

2.3.1.   Produk

Makanan yang disediakan mulai dari makanan ringan seperti keripik sayuran, kacang-kacangan sampai dengan makanan berat seperti sandwitch, mie yang terbuat dari umbi-umbian seperti ketela, dan menu-menu makanan lainnya yang bahan utamanya diutamakan adalah sayuran dan buah-buahan. Minuman  dan makanan penutup yang disediakan yaitu jus buah, es buah, es puding, puding, cake, dan lain-lain.
Bahan-bahan yang digunakan dalam makanan dan minuman yang dijual menggunakan bahan-bahan alami. Selain itu penggunaan gula pada minuman terdiri dari dua pilihan gula tebu, gula biasa atau gula rendah kalori, begitu juga dengan penggunaan sirup dapat dipilih yang rendah kalori atau bukan.Produk dapat dipesan untuk dimakan di tempat ataupun di bawa pulang. Pemesanan produk untuk dibawa pulang dan makan di tempat dilakukan di tempat yang berbeda sehingga mendapat prioritas yang sama dan diharapkan dapat memenuhi pesanan pelanggan secepatnya.

2.3.2.   Harga

Secara garis besar produk ‘Warung Sehat’ terbagi menjadi tiga, yaitu :
a.       Makanan berat memiliki harga berkisar Rp 10.000 - Rp 25.000
b.      Makanan ringan memiliki harga berkisar Rp 3.000 - Rp 15.000
c.       Minuman memiliki harga berkisar Rp 5.000 - Rp 15.000

2.3.3.   Promosi

Beberapa strategi promosi yang dilakukan pada pemasaran produk ‘Warung Sehat’, yaitu :
a.       Pemesanan makanan berat untuk makan di tempat selama satu bulan gratis makanan ringan berupa keripik dan kacang-kacangan
b.      Penyebaran brosur dan leaflet di sekolah-sekolah, kampus dan factory outlet
c.       Pemasangan papan nama yang besar dengan nama ‘Warung Sehat’ yang besar dan berwarna cerah
d.      Pemasangan penerangan yang cukup mencolok pada malam hari
e.      Promosi tak langsung diharapkan melalui penyebaran dari mulut ke mulut

2.3.4.   Tempat  

Daerah yang dipilih sebagai tempat usaha yaitu memiliki kriteria dekat dengan anak sekolah, mahasiswa, dan wisatawan domestik ataupun asing yang ke Bandung (dengan tujuan biasanya untuk berbelanja, mencari jajanan, atau sekedar jalan-jalan) dan masyarakat sekitar. Daerah yang cukup memenuhi empat kriteria tersebut adalah daerah dago, yaitu disekitar factory outlet.

3.     Operation Plan

3.1. Kapasitas Produk dan Lokasi

Warung sehat menjual minuman dan makanan ringan dan berat dengan bahan utama sayur dan buah.  Makanan dan minuman disajikan dengan tata cara penyajian yang menarik. Tata cara penyajian diperhatikan mulai dari tempat makan seperti piring, gelas, sendok, garpu, kardus tempat makanan yang dibawa pulang, tray, pernak pernik penghias makanan. Hal ini semuanya berguna untuk mendukung penyajian makanan dan minuman agar menarik untuk dimakan seperti susunan makanan, ataupun bentuk sayur dan buah yang dibentuk agar menarik. Namun juga dengan tidak melupakan rasa dan kualitas makanan dan minuman yang disediakan.
Daerah yang dipilih sebagai tempat usaha yaitu memiliki kriteria dekat dengan anak sekolah, mahasiswa, dan wisatawan domestik ataupun asing yang ke Bandung (dengan tujuan biasanya untuk berbelanja, mencari jajanan, atau sekedar jalan-jalan) dan masyarakat sekitar. Daerah yang cukup memenuhi empat kriteria tersebut adalah daerah dago, yaitu disekitar factory outlet. Kriteria tersebut dipilih berdasarkan analisis kecenderungan konsumen dalam membeli suatu produk.
Anak-anak dan mahasiswa senang akan nongkrong ataupun jajan sehingga menu-menu yang ada di ‘Warung Sehat’dapat dijadikan alternatif menu makanan untuk jajan ataupun teman nongkrong. Sedangkan para wisatawan domestic dan masyarakat sekitar melakukan aktivitas liburan dengan tujuan refreshing oleh karena mencari hal baru serta jajan, ngobrol sambil belanja merupakan kombinasi yang sesuai bagi tipe konsumen tersebut. 

3.2. Teknologi dan Proses Produksi

3.2.1.   Teknologi

Teknologi yang digunakan cukup sederhana yaitu hanya berupa peralatan memasak biasa.

3.2.2.    Proses Produksi

Gambar 1 Proses Produksi
Aktivitas yang dilakukan meliputi proses mencari sayuran dan buah-buahan serta bahan makanan dan minuman lainnya, proses memasak, dan proses penyajian. Sayur dan buah didapat dari petani yang menanam tanamannya secara alami. Petani seperti ini terdapat di lembang juga di sekitar puncak. Sehubungan tempat penjualan adalah di Bandung, sehingga tempat penghasil bahan utama tidak begitu jauh dari tempat penjualan. Proses memasak makanan dilakukan dengan dua cara yaitu makanan dimasak terlebih dahulu dan makanan baru dimasak saat dipesan. Terakhir, proses penyajian adalah menyajikan hasil masakan berupa makanan atau minuman dengan hiasan kepada pelanggan.

3.3. Peralatan dan Bahan Baku

Peralatan Utama yang digunakan, yaitu :
  1. 2 unit kompor gas
  2. 1 unit lemari pendingin
  3. 1 unit microwave
  4. 50 set peralatan makan terdiri dari piring, gelas, sendok, dan garpu
  5. 50 gelas minuman panjang
  6. 4 set meja dan kursi (4 meja dan 16 kursi)
Peralatan Pendukung yang digunakan, yaitu :
  1. Peralatan penyajian seperti sendok hias, sedotan hias, tusuk gigi, dan lain-lain
  2. Taplak meja
Bahan baku ‘Warung Sehat’ adalah sayur dan buah. Sayuran dan buah-buahan yang disediakan adalah sayuran dan buah-buahan natural yaitu sayuran yang dikembangkan dengan tidak menggunakan zat-zat kimiawi seperti pupuk atau pembasmi hama. Sayur dan buah dikembangkan dengan menggunakan pupuk alami juga pembasmi hama alami termasuk juga memperhatikan pengelolaan tanah agar nutrisi di dalam tanah tidak habis dengan menanam tanaman dengan jenis berbeda.
Sayur dan buah didapat dari petani yang menanam tanamannya secara alami. Petani seperti ini terdapat di lembang juga di sekitar puncak. Sehubungan tempat penjualan adalah di Bandung, sehingga tempat penghasil bahan utama tidak begitu jauh dari tempat penjualan. Sedangkan bahan pendukung yaitu bahan-bahan pokok seperti gula, roti, garam, es, dan lain-lain didapat dari pedagang lokal.
Kontinuitas suplai dijaga dengan menjalin kerja sama dengan petani sayuran dan buah. Hal ini dikarenakan adanya ketergantungan suplai sayur dan buah yang ditumbuhkembangkan secara alami. Oleh karena itu, dengan adanya kerja sama diharapkan petani dapat dengan rutin mensuplai bahan utama yaitu sayur dan buah kepada ‘Warung Sehat’. Perjanjian kerja sama didukung dengan adanya kontrak secara tertulis dan membina hubungan yang saling menguntungkan. Petani mensuplai ‘Warung Sehat’ sayur dan buah berkualitas secara berkelanjutan dan ‘Warung Sehat’ akan memesan bahan baku utama hanya melalui petani-petani yang menjalin kerja sama. Jika petani-petani tersebut berhalangan dalam penyediaan bahan baku, maka ‘Warung Sehat’ berhak untuk membeli dari sumber lain.

3.4. Organisasi dan Manajemen

Usaha ‘Warung Sehat’ dimiliki oleh satu orang sebagai pemilik usaha yang melakukan dan memantau proses mencari sayuran dan buah-buahan serta bahan makanan dan minuman lainnya, proses memasak, dan proses penyajian juga mengatur manajemen. Pemilik usaha dibantu oleh dua karyawan pada proses memasak, pencarian sayur dan buah dan proses penyajian, satu karyawan sebagai pelayan warung yang bertugas melayani pelanggan. Manajemen diatur oleh pemilik usaha mulai dari modal, biaya belanja bahan makanan dan minuman, gaji karyawan, pengaturan menu dan lainnya. Bentuk badan usaha merupakan badan usaha milik pribadi dengan modal milik pribadi
Untuk menjalankan perusahaan ini, maka ‘Warung Sehat’ akan mencari 3 orang staff.

Personnel Plan




2008
2009
2010
Manager
Rp21,600,000
Rp21,600,000
Rp25,200,000
Staff
Rp15,600,000
Rp16,800,000
Rp16,800,000
Total People
4
4
4
Total Payroll
Rp37,200,000
Rp38,400,000
Rp42,000,000

3.5. Jadwal Implementasi

Uraikan kegiatan yang akan dilakukan dari start sampai running operation?Bagamana jadwal rencana implementasinya?
Adapun kegiatan yang akan dilakukan yaitu :
Fase
Tanggal
Kegiatan

Perencanaan
1 Februari 2008
Eksplorasi dan Penyiapan menu

7 Februari 2008 s/d 13 Maret 2008
Pembelian asset seperti tempat, peralatan masak, peralatan makan, meja kursi, dll

1 Maret 2008
Pencarian tenaga kerja

10 Maret 2008
Percobaan Menu Final

13 Maret 2008
Pembuatan media promosi
Pelaksanaan
17 Maret 2008
Pembukaan Perdana ‘Warung Sehat’

17 Maret 2008 s/d 17 April 2008
Promosi
Kontrol
17 April 2008 s/d seterusnya
Monitoring kegiatan penjualan, menu dan promosi

4.     Financial Performance

4.1. Permodalan

Struktur Permodalan merupakan modal sendiri, dimiliki oleh Ratih Amelia sebesar Rp 100.000.000,- sehingga dapat memenuhi pengeluaran yang dibutuhkan.
Start-up


Requirements



Start-up Expenses

Legal
Rp300,000
Stationery, dll.
Rp500,000
Rent
Rp6,000,000
Building Reconstruction and Improvement
Rp2,000,000
Cashir Machine
Rp1,500,000
Microwave and Refrigerator
Rp3,000,000
Gas Stove
Rp700,000
Eating Set
Rp5,000,000
Table and Chair
Rp3,000,000
Other
Rp5,000,000
Total Start-up Expenses
Rp27,000,000


Start-up Assets

Cash Required
Rp1,000,000
Other Current Assets
Rp0
Long-term Assets
Rp12,000,000
Total Assets
Rp13,000,000


Total Requirements
Rp40,000,000

4.2. BEP

Proyeksi keuangan ‘Warung Sehat’ akan didasarkan pada beberapa asumsi berikut ini:
a.       Tingkat suku bunga stabil sebesar 5,75%
b.      Rata-rata penjualan dalam sehari adalah 10-30 Makanan Berat, 10-20 Minuman dan 10-20 Makanan Ringan

Break Even Analysis

Monthly Unit Break Even
233
Monthly Revenue Break Even
Rp1,162,800


Assumptions

Average per unit revenue
Rp5,000
Average per unit variable cost
Rp700
Fixed cost
Rp1,000,000

4.3. Milestone

Tabel berikut ini memperlihatkan beberapa milestones yang penting dalam perencanaan dan implementasi ‘Warung Sehat’

Milestone
Start Date
End Date
Budget
Manager
Department
Complete Business Plan
16-January-08
16-January-08
Rp0.00
Ratih Amelia

Planning
01-February-08
01-March-08
Rp4,000,000
Ratih Amelia
Owner
Hire staff
01-March-08
07-March-08
Rp1,500,000
Ratih Amelia
Owner
Distribute flyer
07-March-08
10-March-08
Rp100,000
Staff
Management
Buy All Equipment
07-February-08
13-March-08
Rp7,000,000
Ratih Amelia
Manager
Open for Bussiness
17-March-08
17-March-08
Rp0.00
Staff
Management
Next promotion
17-March-08
17-April-08
Rp500,000
Staff
Management
Start Laundry Business
07-March-08
07-March-08

Staff and Manager
Manager
Total


Rp9,100,000


 

4.4. Sales Forecast

‘Warung Sehat’ diperkirakan adanya kenaikan jumlah penjualan sebesar 10-20% per tahun.
Sales Forecast







FY 2008
FY 2009
FY 2010
FY 2011
FY 2012
Unit Sales





Makanan Berat
4,475
5,050
6,120
7,100
8,400
Makanan Ringan
2,900
3,200
3,500
4,000
4,500
Minuman
2,900
3,200
3,500
4,000
4,500
Total Unit Sales
10,275
11,450
13,120
15,100
17,100






Unit Prices
FY 2008
FY 2009
FY 2010
FY 2011
FY 2012
Makanan Berat
Rp10,000.00
Rp10,000.00
Rp10,000.00
Rp10,000.00
Rp10,000.00
Makanan Ringan
Rp4,000.00
Rp4,000.00
Rp4,000.00
Rp4,000.00
Rp4,000.00
Minuman
Rp5,000.00
Rp5,000.00
Rp5,000.00
Rp5,000.00
Rp5,000.00






Sales





Makanan Berat
Rp44,750,000
Rp50,500,000
Rp61,200,000
Rp71,000,000
Rp84,000,000
Makanan Ringan
Rp11,600,000
Rp12,800,000
Rp14,000,000
Rp16,000,000
Rp18,000,000
Minuman
Rp14,500,000
Rp16,000,000
Rp17,500,000
Rp20,000,000
Rp22,500,000
Total Sales
Rp70,850,000
Rp79,300,000
Rp92,700,000
Rp107,000,000
Rp124,500,000






Direct Unit Costs
FY 2008
FY 2009
FY 2010
FY 2011
FY 2012
Makanan Berat
Rp6000
Rp6000
Rp6000
Rp6000
Rp6000
Makanan Ringan
Rp2500
Rp2500
Rp2500
Rp2500
Rp2500
Minuman
Rp2500
Rp2500
Rp2500
Rp2500
Rp2500






Direct Cost of Sales
FY 2008
FY 2009
FY 2010
FY 2011
FY 2012
Makanan Berat
Rp26,850,000
Rp30,300,000
Rp36,720,000
Rp42,600,000
Rp50,400,000
Makanan Ringan
Rp7,250,000
Rp8,000,000
Rp8,750,000
Rp10,000,000
Rp11,250,000
Minuman
Rp7,250,000
Rp8,000,000
Rp8,750,000
Rp10,000,000
Rp11,250,000
Subtotal Direct Cost of Sales
Rp41,350,000
Rp46,300,000
Rp54,120,000
Rp62,600,000
Rp72,900,000

 

4.5. Projected Profit and Loss


Pro Porma Profit and Loss




2006
2007
2008
Sales
Rp70,850,000
Rp79,300,000
Rp92,700,000
Direct Cost of Sales
Rp41,350,000
Rp46,300,000
Rp54,120,000
Other
Rp0
Rp0
Rp0




Total Cost of Sales
Rp41,350,000
Rp46,300,000
Rp54,120,000
Gross Margin
Rp29,500,000
Rp33,000,000
Rp38,480,000
Gross Margin %
41.63
41.63
41.51
Expenses:



Payroll
Rp25,200,000
Rp27,400,000
Rp30,000,000
Depreciation
Rp1,000,000
Rp1,000,000
Rp1,000,000
Utilities
Rp1,500,000
Rp2,000,000
Rp2,000,000
Total Operating Expenses
Rp27,700,000
Rp30,400,000
Rp33,000,000




Profit Before Taxes and Interest
Rp1,800,000
Rp2,600,000
Rp5,480,000
Interest Expenses
Rp0
Rp0
Rp0
Taxes incurred
Rp2,000,000
Rp2,000,000
Rp2,000,000
Net Profit
-Rp200,000
Rp600,000
Rp3,480,000
Net Profit/sales
-0.28
0.75
3.75

 

4.6. Proyeksi dan Cash Flow


Pro Forma Cash Flow




2007
2008
2010
Cash Received



Cash fom operations:



Cash Sales
Rp70,850,000
Rp79,300,000
Rp92,700,000
Cash from receivables
Rp0
Rp0
Rp0
Subtotal Cash from operations
Rp70,850,000
Rp79,300,000
Rp92,700,000
Additional Cash Received
Rp0
Rp0
Rp0
Subtotal Cash Received
Rp70,850,000
Rp79,300,000
Rp92,700,000




Expenditures



Expenditures from Operations



Cash Spending
Rp41,350,000
Rp46,300,000
Rp54,120,000
Payment of Account Payable
Rp25,200,000
Rp27,400,000
Rp30,000,000
Subtotal Spent on Operations
Rp66,550,000
Rp73,700,000
Rp84,120,000
Additional Cash Spent
Rp4,250,000
Rp4,500,000
Rp5,840,000
Subtotal Cash Spent
Rp70,800,000
Rp78,200,000
Rp89,960,000




Net Cash Flow
Rp50,000
Rp1,100,000
Rp2.740,000
Cash Balance
Rp350,000
Rp1,450,000
Rp4,190,000


5.     Kesimpulan

Berdasarkan hasil penghitungan penjualan dan biaya yang dikeluarkan, usaha ‘Warung Sehat’ layak untuk didirikan. Adapun beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu :
  1. Perlunya penangan biaya operasional sekecil mungkin, terutama yang berkaitan dengan biaya pembuatan makanan dan minuman
  2. Peninjauan lokasi yang sesuai dengan target
  3. Penanganan biaya asset sekecil mungkin
  4. Peningkatan kualitas dari produk yang dihasilkan
  5. Peningkatan pelayanan


 

Cerita Hidup Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger