Rabu, 02 Mei 2012

PROPOSAL USAHA BENGKEL MOTOR




Contoh
PROPOSAL


PERMOHONAN KREDIT
Pembangunan

BENGKEL MOTOR


di
JAKARTA
……...


STUDI KELAYAKAN BISNIS
2007







……….., …………   200…..
Kepada Yth,
Para Investor / Bank ……..
……..
Di
…………

Dengan Hormat,

Perihal:            Laporan Studi Kelayakan Bisnis Bengkel Motor

Bersama surat ini kami kirimkan proposal studi kelayakan bisnis dalam bidang usaha Bengkel Motor. Bengkel Motor ini merupakan perluasan dari usaha yang sedang berjalan. Lokasi usaha ini sangat strategis karena terletak jalan raya cukup ramai dan dekat dengan sebuah perumahan cukup besar yang sedang berkembang.
Besarnya investasi pembangunan usaha ini adalah Rp 110.875.000 (Seratus sepuluh juta delapan ratus tujuh puluh lima ribu rupiah). Sedangkan modal kami saat ini sebesar Rp 55.438.000, maka kekurangan dana investasi sebesar Rp 55.438.000 (Lima puluh lima juta empat ratus tiga puluh delapan ribu rupiah) kami mengharapkan dapat bantuan kredit investasi dari Bank.
Selanjutnya sebagai bahan pertimbangan dan analisa, kami lengkapi proposal ini dengan hasil analisa tentang rencana perluasan usaha.
Demikianlah surat permohonan ini besar harapan kami mendapat dukungan dana dari bank yang bapak pimpin.
Terimakasih atas perhatiannya.

Hormat Kami,



Alex Chandra.





STUDI KELAYAKAN BISNIS
BENGKEL MOTOR
Motor merupakan alat transportasi yang banyak digunakan oleh para karyawan sebagai alternatif alat transportasi untuk berangkat kerja karena biayanya lebih terjangkau, praktis, dan anti macet jika dibandingkan menggunakan transportasi umum, terutama mobil. Selain itu motor juga dapat digunakan untuk jarak tempuh yang cukup jauh.
Setelah subsidi bahan bakar minyak dikurangi oleh pemerintah dan mengakibatkan harga BBM naik drastis bahkan mencapai 2 kali lipat, mengakibatkan permintaan motor melonjak tinggi. Otomatis kebutuhan akan perbaikan dan servis motorpun meningkat.
Pada suatu lokasi dimana terdapat beberapa perumahan, perkampungan dan kavlingan yang cukup padat penduduknya, sebagian besar warga disana menggunakan motor sebagai alat transportasi. Dan jarak tempuh mereka ke kantor cukup jauh, sehingga frekwensi perbaikan dan servis motorpun tinggi. Sedangkan didaerah itu baru ada 2 bengkel motor, diperkirakan untuk membangun 1 atau 2 bengkel motor lagi masih sangat layak.
I.      KEPEMILIKAN DAN Pengurus Usaha
Pemrakarsa
Dengan latar belakang diatas, maka saya merencanakan membangun usaha Bengkel Motor. Mengingat keterbatasan dana dalam membangun usaha tersebut, saya bermaksud mengajak rekan-rekan untuk bermitra membangun usaha tersebut dan juga pada bank untuk meminjamkan dananya dalam rangka untuk menutupi kekurangan dana investasi tersebut.
Kepemilikan Usaha
Usaha Bengkel Motor ini merupakan usaha perorangan, dimana pengurus usaha adalah:
Pemilik / Pimpinan Usaha       : Alex Chandra.
Dibantu oleh                           : 6 orang karyawan
Riwayat hidup pemilik. Usaha ini merupakan usaha saya yang ke-3 dan saat ini saya masih bekerja pada sebuah perusahaan swasta, sedangkan yang mengurus usaha-usaha saya adalah saudara-saudara saya. Untuk lebih jelas tentang riwayat hidup atau Curriculum Vitae (CV) saya, maka saya lampirkan dalam proposal ini.
Modal Usaha
Modal dasar usaha dan telah disetorkan sebesar Rp 55.438.000 (Lima puluh lima juta empat ratus tiga puluh delapan ribu rupiah).
Surat-Surat Izin
Surat-surat izin dan referensi yang telah dimiliki dan Photo Copinya dilampirkan dalam proposal ini adalah:
-          SIUP (Surat Izin Usaha Pengusaha)
-          TDP (Tanda Daftar Perusahaan)
-          Surat izin Domisili
-          NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
-          Surat Kawin
-          Kartu keluarga
-          Kartu tanda penduduk (KTP)
II.    Pemasaran
Segmentasi Pasar.
Yang dimaksud usaha Bengkel Motor disini adalah menservis, memperbaiki motor sekaligus mengganti spare parts jika ada yang rusak hingga layak jalan dan juga menjual spare parts dan asesorisnya. Sedangkan dalam pemasaran usaha ini ditargetkan pada 2 segmentasi pasar, yaitu:
a.       Pribadi, motor milik pribadi
b.      Perusahaan, motor milik perusahaan dan menawarkan jasa kami pada perusahaan-perusahaan yang berada disekitar lokasi.
Permintaan
Informasi yang kami peroleh dari salah satu pekerja bengkel tersebut ketika kami ajak bicara pada saat ia tidak bertugas (malam hari) mengatakan bengkel tempat saya bekerja omset rata-rata Rp 7 juta perhari, sedangkan omset bengkel yang satu lagi 3 juta perhari dan semenjak BBM naik permintaan akan jasa bengkel motor naik tajam rata-rata 3 bulan terakhir ini 30%.
Ramalan Permintaan;
Dari cerita pada sub bab permintaan diatas, maka dapat kami ramalkan total permintaan / omset bengkel motor didaerah ini, yaitu:
                                                Rp 000
Bulan
Bengkel-1
Bengkel-2
Total
Kenaikan omset
Bulan-1
210,000
90,000
300,000
0.00%
Bulan-2
273,000
117,000
390,000
30.00%
Bulan-3
327,600
140,400
468,000
20.00%
Bulan-4
393,120
168,480
561,600
20.00%
Bulan-5
432,432
185,328
617,760
10.00%
Bulan-6
475,675
203,861
679,536
10.00%
Bulan-7
523,243
224,247
747,490
10.00%
Bulan-8
549,405
235,459
784,864
5.00%
Bulan-9
576,875
247,232
824,107
5.00%
Bulan-10
576,875
247,232
824,107
0.00%
Bulan-11
576,875
247,232
824,107
0.00%
Bulan-12
576,875
247,232
824,107
0.00%

Pesaing
Pada lokasi usaha yang saya akan bangun sudah ada 2 pesaing, dimana permintaan pasar tidak terbagi rata, bengkel-1 menguasai 70% permintaan pasar dan bengkel-2 hanya menguasai 30%. Jika saya masuk sebagai pemain baru, dimana saya telah mempelajari kelemahan dan kekuatan bengkel-1 dan saya telah menemukan strategi untuk merebut sebagian customer bengkel- dan bengkel-2, maka proyeksi penguasaan pasar diperkirakan sebagai berikut.
Tabel proyeksi Market Share (%)
Bulan
Bengkel-1
Bengkel-2
Bengkel Baru
Historikal



Bulan-0
70%
30%
0%
Peroyeksi



Bulan-1
60%
25%
15%
Bulan-2
55%
22.50%
22.50%
Bulan-3
50%
20%
30%
Bulan-4
45%
20%
35%
Bulan-5
40%
20%
40%
Bulan-6
40%
20%
40%
Bulan-7
40%
20%
40%
Bulan-8
40%
20%
40%
Bulan-9
40%
20%
40%
Bulan-10
40%
20%
40%
Bulan-11
40%
20%
40%
Bulan-12
40%
20%
40%
Peluang
Atas dasar ilustrasi sebelumnya maka dapat kami proyeksikan peluang omset penjualan untuk usaha baru. Untuk tahap awal diperkirakan penjualan belum mencapai rata-rata permintaan pasar, karena belum dikenal masyarakat. Tapi secara perlahan-lahan akan mencapai rata-rata permintaan pasar.
Tabel.     Proyeksi peluang pasar untuk usaha baru
Bulan
Total Omset Penjualan
(Rp 000)
Peluang Yang Didapat
(%)
(Rp 000)
Bulan-1
300,000
15%
45,000
Bulan-2
390,000
22.50%
87,750
Bulan-3
468,000
30%
140,400
Bulan-4
561,600
35%
196,560
Bulan-5
617,760
40%
247,104
Bulan-6
679,536
40%
271,814
Bulan-7
747,490
40%
298,996
Bulan-8
784,864
40%
313,946
Bulan-9
824,107
40%
329,643
Bulan-10
824,107
40%
329,643
Bulan-11
824,107
40%
329,643
Bulan-12
824,107
40%
329,643

Porsi, Margin, dan Harga Jual
Perkiraan Margin , dan Omset penjualan adalah
Item
Porsi Omset
Margin
(%)
(Rp)
Pagar
60%
12.375.000
50%
Tralis
40%
8.250.000
45%
Total
100%
20.625.000


III.  Lokasi dan Teknis
Lokasi Usaha
Lokasi usaha terletak antara perumahan lama dengan perumahan baru atau lebih tepatnya 300 m dari pintu masuk perumahan baru yang sedang dikembangkan.
Perlengkapan usaha yang diperlukan dalam membangun usaha ini adalah:
-          Renovasi                                                                           Rp          500.000
-          Mesin Kompresor 1 unit x @ Rp 3.000.000                     Rp       3.000.000
-          Mesin Bor 1 unit x @ Rp 300.000                                    Rp          300.000
-          Perlengkapan Bengkel                                                      Rp       5.000.000
-          Rak Besi 4 unit x @ Rp 350.000                                      Rp       1.400.000
-          Etalase 3 unit @ Rp 500                                                   Rp       1.500.000
-          Lain-lain                                                                            Rp       1.000.000
Total                                       Rp   26.700.000

IV.  Proyeksi Keuangan
Total biaya pembangunan Usaha Bengkel Motor ini sebesar Rp 110.875.000, dengan rincian sebagai berikut:
Investasi tetap:

-          Kontrak kios                                                                     Rp     14.000.000
-          Renovasi                                                                           Rp          500.000
-          Mesin Kompresor                                                              Rp       3.000.000
-          Mesin Bor                                                                         Rp          300.000
-          Perlengkapan Bengkel                                                      Rp       5.000.000
-          Rak Besi                                                                            Rp       1.400.000
-          Etalase                                                                               Rp       1.500.000
-          Lain-lain                                                                            Rp       1.000.000
Total                                       Rp    26.700.000
Modal Kerja operational bulan pertama                                Rp     84.175.000
Grand Total                           RP  110.875.000

Sumber Dana Investasi

Kebutuhan dana dalam pembangunan usaha ini berasal dari dana sendiri dan dana pinjaman dari bank. Yaitu:
Modal sendiri
-          Investasi Tetap                  Rp       13.350.000 (50%)
-          Modal Kerja                      Rp       42.088.000 (50%)
-          Total                                  Rp      55.438.000
Kredit Bank
-          Investasi Tetap                  Rp       13.350.000 (50%)
-          Modal Kerja                      Rp       42.088.000 (50%)
-          Total                           Rp      55.438.000
Grand Total             Rp    110.875.000
Asumsi Proyeksi Keuangan:
Asumsi-asumsi proyeksi keuangan dapat dilihat pada Formulir lampiran keuangan, seperti: Harga Jual, Harga Pokok, Biaya Operasional, Tenaga Kerja, Suku Bunga Bank, Rasio Persediaan, Piutang, Hutang Dagang,  Kenaikan Harga dan Biaya (escalation), Umur Ekonomis / Penyusutan, dan sebagainya.
Pembayaran Kredit
Sedangkan pembayaran kredit akan dimulai dicicil pada bulan kedua operasional (setelah 1 bulan operasi), dan berakhir pada bulan ke-12. Lebih detail dapat dilihat pada tabel dibawah ini atau pada lampiran-02 Proyeksi Aliran Dana)
Tabel Jadwal Pembayaran Pokok dan Bunga Kredit

Bulan
Pokok Kredit
(Rp 000)
Bunga Kredit
(Rp 000)
Total
(Rp 000)
Bulan-1
4,620
223
4,843
Bulan-2
4,620
847
5,467
Bulan-3
4,620
770
5,390
Bulan-4
4,620
693
5,313
Bulan-5
4,620
616
5,236
Bulan-6
4,620
539
5,159
Bulan-7
4,620
462
5,082
Bulan-8
4,620
385
5,005
Bulan-9
4,620
308
4,928
Bulan-10
4,620
231
4,851
Bulan-11
4,620
154
4,774
Bulan-12
4,618
77
4,694

Proyeksi Laba Rugi
Pada bulan operasi pertama diperkirakan sudah mendapatkan keuntungan sebesar
Rp 2.780.000 dan bulan kedua memperoleh laba sebesar Rp 15.836.000. Akumulasi keuntungan selama 1 tahun pertama adalah Rp 792.374.000. Lebih ditail tentanng  Proyeksi laba rugi dapat dilihat pada Lampiran-03
Analisa Investasi
Dalam analisa investasi kami menggunakan 2 metode, yaitu:
1.      Payback Period adalah suatu periode yang diperlukan untuk menutup kembali investasi dengan menggunakan keuntungan ditambah penyusutan.
Payback Period usaha ini adalah  6 bulan.
2.      Internal Rate of Return (IRR) adalah tingkat bunga yang akan menjadi nilai sekarang dari proceeds yang diharapkan yang akan diteriama, sama dengan nilai sekarang dari pengeluaran modal. IRR yang baik jika lebih besar dari tingkat suku bunga bank (Per-bulan atau Per-tahun).
IRR 12 bulan sebesar 27,04%.
Rasio Keuangan
Metode yang digunakan adalah:
Likuiditas adalah ukuran kemampuan usaha dalam memenuhi kewajiban lancarnya, minimal 1 atau 100%.
Bulan
Likuiditas
Bulan-1
137.12%
Bulan-2
151.56%
Bulan-3
172.96%
Bulan-4
203.54%
Bulan-5
244.74%
Bulan-6
312.69%
Bulan-7
365.24%
Bulan-8
444.70%
Bulan-9
513.04%
Bulan-10
634.67%
Bulan-11
737.66%
Bulan-12
849.19%

Selanjunya lihat lampiran-0 atau 05
Profitabilitas
Kemampuan usaha dalam menghasilkan laba dengan jumlah harta yang telah ditanamkan, dapat diukur dengan ROI (Rate of return O Investment) dan ROE (Rate of return On Equity). ROI dan ROE yang baik lebih besar dari suku bunga bank.
Bulan
ROI
ROE
Bulan-1
2.83%
5.02%
Bulan-2
16.41%
28.57%
Bulan-3
34.56%
59.10%
Bulan-4
55.74%
91.65%
Bulan-5
77.10%
120.97%
Bulan-6
90.89%
135.37%
Bulan-7
107.32%
151.20%
Bulan-8
120.50%
159.96%
Bulan-9
135.78%
169.16%
Bulan-10
145.48%
169.30%
Bulan-11
156.67%
169.44%
Bulan-12
169.72%
169.58%

Terlihat ROI dan ROE makin menigkat yang menyatakan proyek ini layak dibangun. Selanjunya lihat lampiran-0 atau 05
V.    Jaminan Kredit.
Jaminan kredit usaha untuk pinjaman tersebut, kami bersedia menjaminkan sertifikat rumah saya.
Penutup
Demikianlah proposal permohonan kredit kami ini.
Besar harapan kami untuk mendapatkan pinjaman kredit dari Bank yang Bapak pimpin.
Terimakasih atas kerja samanya.




Hormat Kami,





 (Alex Chandra.)

  Pemilik Usaha



0 komentar:

Poskan Komentar

 

Cerita Hidup Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger